NUSANTARA
Senin, 12 Agustus 2013 03:45 wib
Wahyudi - Koran SI
MAKASSAR - Provinsi Sulsel menjadi magnet baru para imigran gelap untuk menjadikannya sebagai wilayah perlintasan pencarian suaka politik ke Australia.
Setelah dua kasus penangkapan imigran gelap di Kab Sinjai pada Juli 2013 lalu, kali ini petugas gabungan kembali mengamankan sebanyak 57 orang pencari suaka di Kab Bulukumba.
Penangkapan ini dilakukan di lokasi penampungan di Desa Bonto Tiro, Kab Bulukumba, pada Sabtu (10/8) lalu. Kemudian dini hari kemarin, digiring ke Kantor Imigrasi Klas I Makassar.
Kepala Seksi Penindakan Kantor Imigrasi Klas I Makassar Luky Karim mengungkapkan, penangkapan terhadap 57 imigran gelap ini dilakukan oleh petugas Polres Bulukumba.
Mereka diamankan saat bersembunyi di sebuah wisma, dan akan bersiap-siap melakukan pelayaran ke Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui rute Lombok, Bima, serta Flores.
Menurut Luky, wilayah penyeberangan di Bonto Tiro, Bulukumba, merupakan jalur baru penyeberangan para imigran gelap ini untuk menuju Australia.
Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, rute rawan dilalui para pencari suaka politik melalu jalur Takalar, Bulukumba, Sinjai, serta Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
"Ini merupakan rute baru yang kita ketahui. Selama ini, belum ada informasi mengenai penyeberangan via Bonto Tiro," katanya kepada Koran SINDO.
Hingga kemarin, ke-57 imigran gelap ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Kantor Imigrasi Klas I Makassar, termasuk pemeriksaan seluruh dokumen kelengkapannya.
Salah satu imigran gelap yang diamankan, diketahui pernah mendekam di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Bollangi, Kab Gowa, beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, pada 7 Juli 2013 lalu, sebanyak 76 imigran gelap diamankan di dua lokasi di Kab Sinjai. Kemudian pada bulan lalu, diamankan juga 71 imigran gelap di lokasi yang sama.
Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Endi Sutendi juga mengakui kalau wilayah Sulsel dijadikan sebagai 'surga' transit bagi para imigran gelap.
Hal ini, kata Endi, dikarenakan secara letak geografis, wilayah ini dikelilingi dengan perairan lepas.
"Wilayah ini memang sangat strategis untuk penyeberangan via laut. Makanya banyak yang memanfaatkan Sulsel, setelah Pulau Jawa dan NTT sudah terbaca oleh petugas," bebernya.
Meski demikian, Polda dan jajarannya telah melakukan koordinasi, khususnya dengan Kantor Imigrasi Klas I Makassar, untuk mengantisipasi hal tersebut.
"Kita rutin mengawasi orang asing yang masuk ke Sulsel, begitu pun yang melakukan aktivitas tak resmi akan kita lakukan tindakan sesuai aturan hukum yang berlaku," pungkas Endi. (Wahyudi/Koran SI/ahm)
Berita Selengkapnya Klik di Sini