Created on Sunday, 11 August 2013 16:28 Published Date
Jakarta, GATRAnews - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta mengklaim, penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Tanah Abang yang dilakukan tim gabungan sejak Minggu (11/8) pagi, berjalan lancar dan kondusif tanpa perlawanan dari PKL yang menentang keras penggusuran tersebut.
"Alhamdulillah tak ada kendala. Tidak ada penolakan dari para pedagang. Kami juga mendapat dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat di Tanah Abang. Jadi, semua berjalan kondusif," kata Kasatpoll PP DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso, saat dihubungi melalui telepon, Minggu (11/8).
Menurutnya, penertiban tersebut berjalan lancar karena aparat mengedepankan persuasif, di antarana mengintruksikan petugas di lapangan agar tidak menggunakan senjata.
"Kita tidak bawa tameng atau pentungan. Kami berusaha menjadi kawan kepada para PKL dengan ikut membantu mengangkat barang dagangan ke tempat yang lebih layak (Blok G --Red.), terhormat tanpa pungutan liar," ujarnya.
Setelah menertibkan PKL, personel Satpol PP akan disiagakan untuk menjaga kawasan tersebut agar tidak kembali semrawut agar tidak timbul citra negatif terhadap Pasar Tanah Abang yang dinilai sebagai salah satu ikon Jakarta yang telah dikenal di dunia internasional.
"Ya kami akan terus jaga, supaya lebih tertib. Karena, Tanah Abang itu salah satu ikon Jakarta, bahkan internasional. Jalan pun tidak macet. Efek sosialnya, kalau ada orang sakit, mudah sampai ke rumah sakit tak terjebak kemacetan," tandasnya.
Kukuh membeberkan, penertiban ini digelar tim gabungan dari Satpoll PP, kepolisian, TNI, Dishub, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kebersihan, dan sejumlah instansi lainnya, beserta tokok masyarakat setempat. "Dari Satpol PP ada 400 personel, Polisi 125, TNI 100, sisanya dari instansi lainnya," rincinya.
Ia menambahkan, dalam penertiban ini masing-masing instansi melakukan tugas dan fungsinya. Satpol PP sendiri bertugas mengangkat lapak dan kios yang berada di atas saluran air dan pinggir jalan. Sementara sampah yang ada di lokasi diangkut Dinas Kebersihan.
"Saluran air dan jalan yang rusak diperbaiki Dinas PU. Lalu, teman-teman Polisi dan TNI membantu mengecat tembok serta pagar agar nampak baru dan tidak kumuh. Jadi, kami semua saling bantu, bahu-membahu menjadi satu tim terpadu," pungkasnya. (IS)
Berita Lainnya :