Created on Sunday, 11 August 2013 00:28 Published Date
Jakarta, GATRAnews - Pulang ke kampung halaman umumnya dilakukan sebelum Lebaran tiba, namun hingga "H+2" Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriyah, kepadatan arus mudik di sejumlah stasiun dan terminal Jakarta masih terjadi. Di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, pada hari kedua pasca-Lebaran volume keberangkatan penumpang mencapai sekitar 18.000 orang atau hampir setara seperti hari-hari menjelang berakhirnya bulan Ramadhan ("H-7" sampai "H-1").
"Hari ini jumlah pemudik di Stasiun Senen masih sama seperti sebelumnya, sekitar 18.000 orang," kata Kepala Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional I Sukendar Mulya, di Jakarta, Sabtu (10/8).
PT KAI, menurut keterangan Sukendar, dijadwalkan memberangkatkan 20 kereta reguler dengan tambahan sembilan kereta dari Stasiun Senen menuju berbagai kota di Pulau Jawa seperti Tegal, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya, sepanjang Sabtu (10/8).
Mengenai arus balik di Stasiun Senen, Sukendar memperkirakan jumlah pemudik yang kembali ke Jakarta akan mencapai puncak pada Minggu (11/8) seiring dengan berakhirnya cuti bersama dari pemerintah.
Kondisi serupa terjadi di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Arus keberangkatan penumpang dari Stasiun Gambir masih relatif tinggi pada "H+2" Lebaran, setelah sebelumnya pada Jumat (9/8), mencapai 14.620 penumpang.
"Untuk keberangkatan dari Gambir hari ini tiket untuk dewasa terjual habis. Jika ada tambahan pun kemungkinan dari penumpang anak-anak," kata petugas Humas PT KAI Daerah Operasional I Vicka Diani di Jakarta, Sabtu (10/8).
Dia mengatakan hingga pukul 13:30 WIB, tercatat 5.142 penumpang sudah diberangkatkan dari Stasiun Gambir. Menurut dia tingkat keterlambatan kereta api tidak terlalu tinggi.
Data yang diperoleh dari PT KAI menunjukkan kursi untuk sejumlah kereta eksekutif jurusan Yogyakarta, Semarang dan Pasar Turi, Surabaya, yang diberangkatkan dari Stasiun Gambir habis terjual untuk Sabtu (10/8).
Bus Sementara itu kepadatan arus mudik juga terjadi di Terminal Kalideres, Jakarta Barat.
Menurut Rekapitulasi jumlah bus dan penumpang, terdapat 1.245 penumpang yang berangkat dengan 137 bus dari Terminal Kalideres menuju Provinsi Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan Bima, serta Lintas Sumatera. Sedangkan untuk kedatangan, hanya terdapat 686 penumpang dengan 119 bus yang tiba di Terminal Kalideres sejak pukul 07.00 WIB hingga 13.00 WIB.
Antara melaporkan, sejumlah pemudik yang dijumpai di Stasiun Senen dan Terminal Kalideres menyatakan beragam alasannya untuk melakukan aktivitas pulang kampung pasca-Lebaran.
Beberapa di antaranya mengaku tidak mendapatkan tiket pulang ke kampung halaman pada H-7 sampai H-1. Sementara yang lainnya memilih pulang setelah Lebaran untuk menghindari kepadatan penumpang yang biasa terjadi pada saat menjelang Idul Fitri.
Penumpang kereta yang tujuan Yogyakarta, Andre, mengatakan bahwa dia tidak mendapatkan tiket pada hari-hari sebelum Lebaran. "Sekarang ini sangat sulit mendapatkan tiket kereta api sebelum Idul Fitri karena tidak ada lagi tiket berdiri. Saya harus pesan sebelum Ramadhan agar kebagian tiket tanpa mengantri panjang," kata Andre dijumpai di Stasiun Senen, Jakarta, Sabtu (10/8).
Pemudik yang lain, Sumiati yang pulang ke Tegal bersama suami dan dua anaknya, memilih mudik pasca-Lebaran untuk menghindari antrian panjang di depan loket pembelian tiket kereta api.
"Dulu saya berpikir kasihan anak-anak jika harus ikut berdesak-desakan antri tiket pada bulan puasa. Namun ternyata sekarang antriannya juga masih panjang," kata Sumiati di lokasi yang sama.
Hindari kemacetan Sementara itu salah seorang pemudik di Terminal Kalideres, Jakarta Barat memilih berangkat ke kampung halaman mereka pada "H+2" Idul Fitri 1434 Hijriah untuk menghindari kemacetan yang kerap terjadi saat arus mudik.
"Saya memilih berangkat setelah Lebaran untuk menghindari macet. Sementara tidak masalah Lebaran jauh dari keluarga," ujar penumpang tujuan Lampung Dessy di Jakarta, Sabtu (10/8).
Pemudik tujuan Palembang, Sumatera Selatan, Yoso mengatakan harga tiket mudik menggunakan bus pasca-Lebaran jauh lebih murah dibandingkan harga tiket bus sebelum Lebaran.
"Sebelum Lebaran itu harga bus tujuan Sumatera Rp400 ribu, tapi sekarang agak turun jadi Rp290 ribu," kata Yoso.
Keuntungan penurunan harga tiket pasca-Lebaran juga dirasakan penumpang tujuan Jepara, Jawa Tengah, Rahmat Wiguna.
Menurut Rahmat, dia dan saudara perempuannya bisa mendapatkan tiket tujuan Jawa Tengah dengan harga Rp200 ribu pasca-Lebaran, yang apabila sebelum Lebaran, tiket tersebut dijual seharga Rp400 ribu.
Jalanan Jakarta lengang Seiring masih terjadinya arus mudik di sejumlah stasiun dan terminal di Jakarta, kondisi lalu lintas di beberapa ruas jalan ibu kota terpantau masih lengang.
Arus lalu lintas di ruas jalan sepanjang MT Haryono-Gatot Subroto, Jakarta misalnya, pada "H+2" Lebaran tampak lancar pada siang hari seiring dengan masih liburnya kegiatan perkantoran dan sekolah.
"Arus lalu lintas Jalan MT Haryono menuju Gatot Subroto cukup lenggang tidak seperti hari biasa, begitu pun sebaliknya ke arah Cawang," ujar Brigadir Polisi Samson siregar, SH salah seorang Polisi Lalu Lintas di Kawasan Kuningan ketika ditemui di Jakarta, Sabtu (10/8).
Ia menambahkan sejak pagi hingga siang (12.00 WIB) kondisi lalu lintas di kawasan Kuningan Jakarta juga cukup lengang.
Sementara, lanjut dia, jalan Kuningan menuju Mampang, Jakarta Selatan sebenarnya lancar, namun cenderung ramai karena banyak warga Jakarta yang ingin menuju tempat wisata Kebun Binatang Ragunan.
Berdasarkan pantauan, arus lalu lintas di beberapa ruas jalan seperti Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan menuju Pasar Rebo, Jakarta Timur juga lancar begitupun arah sebaliknya. Demikian pula halnya di Jalan Jenderal Sudirman.
Jalan raya Gatot Subroto dari arah Cawang menuju Slipi dan arah sebaliknya juga lancar dan tidak terjadi kepadatan lalu lintas, bahkan tidak ada antrian panjang di lampu lalu lintas yang ada di sepanjang jalan Gatot Subroto.
Selain itu, arus lalu lintas di Jalan Matraman Raya juga terpantau lancar di kedua arah.
Demikian juga dengan Silang Monumen Nasional, Jalan Merdeka Utara, Merdeka Barat, Merdeka Selatan dan Merdeka Timur terlihat lancar dan tidak ada penumpukan kendaraan.
Namun demikian, di area Monumen Nasional terlihat ramai oleh masyarakat yang menghabiskan liburan dengan keluarga.
Sementara itu, kondisi jalan tol dalam kota juga terpantau lancar dimana mobil-mobil pribadi bisa melaju dengan kecepatan sekitar 100 kilometer per jam.
Mulai dari gerbang tol Halim hingga keluar di Semanggi, lalu lintas lancar dan tidak ada kendala berarti. (EL)
Berita Lainnya :