
Materi panas yang diletuskan Rokatenda membuat tim pencari kesulitan mencari korban tewas.
Hari ini, Minggu (11/08) tim penyelamat melanjutkan pencarian dua jenazah korban Klik letusan Gunung Rokatenda, Nusa Tenggara Timur.
Hingga saat ini setidaknya enam orang dilaporkan tewas akibat letusan gunung pada Sabtu kemarin.
Abu dan awan panas mengepul saat Gunung Rokatenda meletus Sabtu pagi dan menyebabkan sekitar 3.000 warga di pulau Palue diungsikan.
Korban tewas termasuk tiga orang dewasa dan dua anak-anak, kata juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho.
Sutopo menambahkan, korban dewasa berhasil ditemukan sementara korban anak-anak masih hilang.
Tini Thadeus, kepala penanggulangan bencana setempat, mengatakan pihaknya kesulitan untuk mencari korban karena diperkirakan tertimbun oleh materi panas yang dilontarkan gunung.
Selain itu kondisi gunung yang masih mengeluarkan letusan kecil juga menjadi kendala proses pencarian.
"Masih ada letusan kecil yang terdengar dari puncak gunung, yang masih mengeluarkan awan panas setinggi 600 meter ke udara," kata Tini.
''Tetapi semua warga desa telah dievakuasi dari kawasan berbahaya," dekat kata Tini di Kupang.
Aktifitas Gunung Rokatenda telah meningkat sejak Oktober silam, dan saat meletus kemarin berlangsung selama tujuh menit, kata kepala pos pengawasan setempat Frans Wangge kepada kantor berita AP.
Lahar panas membakar pepohonan di sekitar pantai dan desa, membuat akses jalan ke lokasi korban menjadi sulit dicapai, katanya.
Gunung Rokatenda adalah satu dari 129 gunung api aktif di Indonesia, yang dikenal terletak di lokasi "Cincin Api" yang membuatnya rentan atas bencana gempa dan gunung api meletus.